Karya Tulis Ilmiah Penggunaan Metode Demonstrasi Untuk Mengaktifkan Siswa Dalam Pembelajaran IPA Pada Siswa Kelas VI SDN Curug 06

 

KARYA TULIS ILMIAH

 

 

PENGGUNAAN METODE DEMONSTRASI UNTUK

MENGAKTIFKAN SISWA DALAM PEMBELAJARAN IPA

PADA SISWA KELAS VI SDN CURUG  06

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

DISUSUN OLEH :

HAMDI MUBAROK

NIM  :  1001037180

 

 

 

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PROF. DR. HAMKA

PJJ UHAMKA – BOGOR

2011


KATA PENGANTAR

 

Alhamdulillah segala piji hanya milik Allah SWT, yang telah melimpahruahkan rahmat dan hidayah-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan Karya Tulis Ilmiah ini. Shalawat serta salam senantiasa tercurah kepada junjungan kita yakni Nabi Besar Muhammad SAW, beserta keluarganya, sahabatnya dan kita selaku umatnya, semoga selamat dunia dan akhirat. Amin…..

Karya Tulis Ilmiah yang berjudul “Penerapan Materi Pengajaran IPA dengan Menggunakan Metode Demonstrasi Pada SDN Curug  06 Kelas VI” disusun untuk memenuhi syarat kegiatan belajar mata pelajaran ipa.

Selama menyusun Karya Tulis Ilmiah ini, penulis telah banyak mendapatkan bimbingan, bantuan serta dorongan dadri berbagai pihak, oleh karena itu penulis tidak lupa menyampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada semua pihak.

Semoga segala bantuan yang telah diberikan kepada penulis dibalas dengan pahala yang berlipat-lipat oleh Allah SWT., serta menjadi kebaikan yang tidak pernah terputus baik dunianya maupun akhiratnya.

Sungguh penyusun  sdari sepenuhnya bahwa karya tulis ilmiah ini masih banyak kekurangannya baik dari substansi, metode maupun sistematikanya. Oleh karena itu saran dan kritik yang konstruktif sangat penulis harapkan. Penyusun berharap semoga laporan ini dapat bermanfaat bagi dunia pendidikan umumnya dan bagi terlebih lagi bagi penyusun penulis khususnya.

 

Jasinga,    Juni 2011

 

Penulis

 

 

DAFTAR ISI

 

 

Kata Pengantar……………………………………………………………………………….       i

Daftar isi………………………………………………………………………………………..       ii

 

BAB I          :  PENDAHULUAN…………………………………………………….       1

1.1    Latar Belakang………………………………………………….       1

1.2    Perumusan Masalah……………………………………………       2

1.3    Tujuan Penelitian……………………………………………….       4

1.4    Manfaat Penelitian……………………………………………..       4

1.5    Definisi Operasional…………………………………………..       4

BAB II         :  Kajian Pustaka…………………………………………………………..       6

BAB III       :  Pelaksanaan Penelitian………………………………………………..       8

BAB IV       :  Hasil dan Pembahasan………………………………………………..       10

4.1.   Hasil Analisis…………………………………………………….       10

4.2.   Refleksi…………………………………………………………….       13

BAB V         :  Kesimpulan dan Saran………………………………………………..       14

5.1.   Kesimpulan……………………………………………………….       14

5.2.   Saran………………………………………………………………..       14

 

DAFTAR PUSTAKA

 

 

 

 

 

 

 


BAB I

PENDAHULUAN

 

1.1  Latar Belakang

Berdasarkan Case Study yang sudah penulis tulis dapat dituliskan hal-hal berikut :

Pembelajaran IPA di kelas VI SDN Curug  06 dengan menggunakan pendekatan kontekstual dan LKS bentuk eksperimen pada awalnya menarik minat dan mengaktifkan siswa untuk belajar konsep itu. Dengan diberikannya LKS untuk menguji.

Pada awal pemblajaran, pembelajaran berjalan dengan lancar, namun pada tahapan pelajaran, penulis mulai agak tergesa-gesa untuk menyelesaikan pelajaran pada harim itu. Pada saat itu penulis menjelaskan kesimpulan, siswa penulis sudah tidak memperhatikan lagi dan pada saat ditanya mereka belum mengerti.

Meskipun beberapa pertanyaan dalam LKS dapat dijawab dengan baik,  tapi ada beberapa siswa yang mendapat nilai kecil. Hal ini terbukti daria hasil tes yang telah penulis berikan.

Penulis merasa kecewa. Awalnya penulis mengira pembelajaran saat itu berhasil, ternyata tidak . penulis tidak dapat mempertahankan semangat belajar siswa sampai akhir jam pelajaran.

Berdasarkan pengalaman tersebut, penulis ingin memperbaiki metode pembelajaran untuk prebaikan pembelajaran di kelas VI. Setelah penulis renungkan dan bersarkan kajian teori-teori pengolaan kelas, diantaranya penggunaan metode demonstrasi. Penulis menemukan solusi untuk perbaikan pembelajaran tersebut.

Metode yang dipakai dalam pendidikan dan pengajaran dalam konteks didaktik metodik umum adalah metode demonstrasi. Pada awalnya metode demonstrasi merupakan teknik penyajian bahan pelajaran dengan memperagakan atau mempertunjukkan kepada anak didik mengenai suatu proses, situasi atau benda tertentu yang sedang dipelajari, baik yang sesungguhnya maupun tiruan, yang disertai dengan penjelasan secara lisan.” (Syaiful Bahri Djamarah dan Aswin Zain, Strategi Belajar Mengajar, Jakarta: Rineka Cipta, 2002, cet ke- 2 hlm. 82). Pendapat ini didukung oleh Moh. Slamet Untung (2007) yang mengatakan bahwa metode demonstrasi akan sangat membantu pemahaman anak didik terhadap bahan pengajaran karena disertai dengan peragaan sehingga menghindari terjadinya verbalisme, disamping untuk menumbuhkan sikap penghayatan terhadap materi pengajaran karena materi langsung diperagakan.

Metode ini juga digunakan oleh Nabi Muhammad SAW untuk menjelaskan tentang manusia berkaitan dengan cita-cita hidupnya. Beliau mendemonstrasikan masalah ini lewat garis-garis yang disertai dengan keterangan lisan. Penjelasan yang diberikan Nabi tidak hanya melalui demonstrasi dengan garis-garis, tetapi juga melalui demonstrasi tubuh beliau seperti dapay dipahami dari penjelasan Nabi Muhammad SAW mengenai bahaya lisan. Untuk menjelaskan bahaya lisan, beliau mendemonstrasikannya dengan memegang lidah beliau sendiri. (Moh. Slamet Untung, Menelusuri Metode Pendidikan Ala Rasulullah, Pekalongan : Pustaka Rizki Putra, 2007, hlm. 198).

Berdasakan paparan di atas, maka fokus masalah yang akan diteliti dalam penelitian tindakan kelas ini adalah penggunaan metode demonstrasi.

 

1.2  Perumusan Masalah

  1. Identifikasi Masalah

Permasalahan pokok yang akan dicari solusinya dalam PTK ini adalah pada umumnya siswa belum mampu menerapkan materi yang diajarkan dan “Apakah penggunaan metode demonstrasi dapat meningkatkan motivasi anak untuk belajar dan dapat memudahkan anak memahami materi yang diajarkan.”

  1. Rumusan Masalah

Berdasarkan masalah tersebut, rumusan masalahnya adalah :

“Metode apakah yang dapat digunakan guru untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam menerapkan materi yang diajarkan pada siswa di kelas VI SD Negeri Curug  06?”

  1. Cara Pemecahan Masalah

Untuk memecahkan permasalahan sebagaimana dikemukakan di atas, maka dalam penelitian ini akan digunakan metode demonstrasi probing.

Demonstrasi yang berasifat probing digunakan guru untuk menggali pengetahuan siswa agar lebih mengerti lagi. Teknik membimbing (probing) digunakan jika siswa dalam demonstrasi guru kurang memahami dan hanya sebagian siswa saja yang memahami materi yang diajarkan. Teknik membimbing memerlukan waktu dan kesabaran guru dalam memberikan materi yang diajarkan dan juga memerlukan keterampilan guru untuk dapat menggali pemahaman siswa dalam memahami materi yang diajarkan, dengan mendemonstrasikan dan melibatkan siswa dengan tujuan untuk meningkatkan respon siswa menuju kepada pemahaman siswa terhadap materi yang diajarkan.

Berdasarkan hal di atas, maka hipotesis tindakan yang dapat dirumuskan adalah :

Jika metode demonstrasi probing digunakan secara terarah, maka siswa akan lebih mudah untuk memahami materi yang diajarkan.

Untuk memfokuskan penelitian ini, rumusan masalah dirinci lagi ke dalam pernyataan-pernyataan penelitian sebagai berikut :

  1. Apakah metode demonstrasi yang diajukan guru dapat membantu siswa dalam proses memahami materi yang diajarkan?
  2. Bagaimanakah cara guru menggunakan metode demonstrasi probing pada topik memahami materi ajar?
  3. Bagaimanakah respon perhatian siswa atas demonstrasi probing yang diajukan guru?
  4. Kesulitan-kelsulitan apakah yang dialami ssiwa dalam memahami materi yang diajarkan?

 

 

 

 

1.3  Tujuan PTK

Tujuan penelitian tindakan kelas ini adalah untuk :

  1. Mengetahui penggunaan metode demonstrasi probing yang akan membantu siswa dalam memahami materi yang sedang diajarkan.
  2. Mengetahui cara guru menggunakan metode demonstrasi probing untuk mengarahkan siswa agar dapat memahami materi yang sedang diajarkan.
  3. Mendeskripsikan respon siswa terhadap peragaan demonstrasi yang diperagakan oleh guru dan siswa untuk mengarahkan pada pemahaman materi yang sedang diajarkan.
  4. Mendeskripsikan kesulitan-kesulitan yang dialami siswa dalam memahami materi yang sedang diajarkan dengan cara melibatkan siswa dalam demonstrasi tersebut.

 

1.4  Manfaat Hasil Penelitian

Hasil Penelitian ini diharapkan bermanfaat bagi :

  1. Guru ; sebagai perbaikan pembelajaran.
  2. Rekan guru sejawat ; sebagai alternatif  bahan rujukan untuk membantu siswa dalam proses pemahaman materi yang diajarkan.
  3. Siswa ; memudahkan dalam hal pemahaman materia yang diajarkan, selain itu dapat memotivasi siswa untuk lebih giat lagi belajar.
  4. Sekolah ; dengan meningkatkan kualitas kompetensi siswa dan profesionalisme guru meningkat, maka kualitas lulusan sekolah juga akan meningkat pula.

 

1.5  Definisi Operasional

Dalam metode demonstrasi, disamping dilakukan di dalam kelas siswa juga kita ajak pembelajaran di luar kelas, agar siswa dapat memahaminya lebih dalam lagi. Untuk menciptakan suasana yang mendukung bagi siswa untuk memahami materi, maka siswa harus dilibatkan dalam metode demonstrasi ini. Tahap pertama dalam menciptakan suasana yang mengasyikan bagi siswa dan tidak tegang adalah merangsang minat siswa dengan cara melibatkan siswa untuk mendemonstrasikan materi yang diajarkan.

Berdasarkan metode demonstrasi yang menarik, siswa dapat merespon materi yang diajarkan sesuai dengan apa yang diharapkan oleh guru. Respon siswa dapat berupa menjawab soal-soal dengan benar dan mendapatkan nilai yang memuaskan.

Demonstrasi yang dilakukan oleh guru dapat diklasifikasikan ke dalam beberapa bagian, ada yang dapat diklasifikasikan pada gambar dan situasi atau benda tertentu yang sedang dipelajari, baik yang sesungguhnya maupun tiruan yang disertai dengan penjelasan secara lisan.

 

 

BAB II

KAJIAN PUSTAKA

 

“Metode yang dipakai dalam pendidikan dan pengajaran dalam konteks didaktik metodik umum adalah metode demonstrasi. Pada dasarnya metode demonstrasi merupakan teknik penyajian bahan pelajaran dengan memperagakan atau mempertunjukkan kepada anak didik mengenai suatu proses, situasi atau benda tertentu yang sedang dipelajari, baik yang sesungguhnya maupun tiruan, yang disertai dengan penjelasan secara lisan..” (Syaiful Bahri Djamarah dan Aswin Zain, Strategi Belajar Mengajar, Jakarta : Rineka Cipta, 2002. cet. Ke- 2, hlm. 82). Pendapat ini didukung oleh Moh. Slamet Untung (2007) yang mengatakan bahwa metode demonstrasi akan sangat membantu pemahaman anak didik terhadap bahan pengajaran karena disertai dengan peragaan sehingga menghindari terjadinya verbalisme, disamping untuk menumbuhkan sikap penghayatan terhadap materi pengajaran karena materi langsung diperagakan.

Metode ini juga digunakan oleh Nabi Muhammad SAW untuk menjelaskan tentang manusia berkaitan dengan cita-cita hidupnya. Beliau mendemonstrasikan masalah ini lewat garis-garis yang disertai dengan keterangan lisan. Penjelasan yang diberikan Nabi tidak hanya melalui demonstrasi dengan garis-garis, tetapi juga melalui demonstrasi tubuh beliau seperti dapay dipahami dari penjelasan Nabi Muhammad SAW mengenai bahaya lisan. Untuk menjelaskan bahaya lisan, beliau mendemonstrasikannya dengan memegang lidah beliau sendiri. (Moh. Slamet Untung, Menelusuri Metode Pendidikan Ala Rasulullah, Pekalongan : Pustaka Rizki Putra, 2007, hlm. 198).

Berdasakan paparan di atas, maka fokus masalah yang akan diteliti dalam penelitian tindakan kelas ini adalah penggunaan metode demonstrasi.

Dalam metode demonstrasi, disamping dilakukan di dalam kelas siswa juga kita ajak pembelajaran di luar kelas, agar siswa dapat memahaminya lebih dalam lagi. Untuk menciptakan suasana yang mendukung bagi siswa untuk memahami materi, maka siswa harus dilibatkan dalam metode demonstrasi ini. Tahap pertama dalam menciptakan suasana yang mengasyikan bagi siswa dan tidak tegang adalah merangsang minat siswa dengan cara melibatkan siswa untuk mendemonstrasikan materi yang diajarkan.

Berdasarkan metode demonstrasi yang menarik, siswa dapat merespon materi yang diajarkan sesuai dengan apa yang diharapkan oleh guru. Respon siswa dapat berupa menjawab soal-soal dengan benar dan mendapatkan nilai yang memuaskan.

Klasifikasi Demonstrasi

Demonstrasi yang dilakukan oleh guru dapat diklasifikasikan ke dalam beberapa bagian, ada yang dapat diklasifikasikan pada gambar dan situasi atau benda tertentu yang sedang dipelajari, baik yang sesungguhnya maupun tiruan yang disertai dengan penjelasan secara lisan.

  1. Demonstrasi Menurut Syaiful Bahri Djamarah dan Aswin Zain

Syaiful Bahri Djamarah dan Aswin Zain (2002) mengklasifikasikan metode demonstrasi merupakan teknik penyajian bahan pelajaran dengan memperagakan atau mempertunjukkan kepada anak didik mengenai suatu proses, situasi atau benda tertentu yang sedang dipelajari baik yang sesungguhnya maupun tiruan, yang disertai dengan penjelasan secara lisan.

  1. Demonstrasi Keterampilan Proses

Metode demonstrasi juga digunakan oleh Nabi Muhammad SAW untuk menjelaskan tentang manusia berkaitan dengan cita-cita hidupnya. Beliau mendemonstrasikan masalah ini lewat garis-garis yang disertai dengan keterangan lisan. Penjelasan yang diberikan Nabi tidak hanya melalui demonstrasi dengan garis-garis, tetapi juga melalui demonstrasi tubuh beliau seperti dapat dipahami dari penjelasan Nabi Muhammad SAW mengenai bahaya lisan. Untuk menjelaskan bahaya lisan, beliau mendemonstrasikannya dengan memegang lidah beliau sendiri.


BAB III

PELAKSANAAN PENELITIAN

 

Sesuai Case Study dan pemaparan diatas maka topik penelitian ini yaitu : “Pemahaman Materi Dengan Menggunakan Metode Demontrasi Terhadap Siswa Kelas VI di SDN Curug  06.”

3.1.   Jadwal Penelitian

1.  Rancangan dan Metodologi Penelitian

Penelitian ini akan dilaksanakan di kelas VI SDN Curug  06. di hari Kamis, tanggal 18 Juni 2011. Subyek penelitian ini adalah siswa kelas VI SDN Curug  06, yang siswanya adalah 40, terdiri dari 20 siswa perempuan dan 20 siswa laki-laki. Kemampuan siswa kelas VI SDN Curug  06 adalah rata-rata.

2.   Aspek-aspek yang diselidiki

  • Dalam penelitian ini, aspek-aspek yang akan diselidiki meliputi :
  • Deskripsi metode demontrasi problem solving yang dilakukan guru pada topic pemahaman materi.
  • Cara guru menggunakan metode demontrasi problem solving.
  • Deskripsi respon siswa.
  • Deskripsi kesulitan-kesulitan siswa dalam memahami materi yang diajarkan.

3.   Langkah-langkah kegiatan

a.   Persiapan

  • Mengkaji teori-teori yang mendukung/kepustakaan
  • Menyusun penyusunan Proposal pembelajaran (RPP, LKS, instrument penilaian, dan menyiapkan media/alat/bahan praktikum)
  • Menyusun instrument penelitian
  • Mendiskusikan dengan rekan guru sejawat yang akan diminta menjadi observer.

b.   Pelaksanaan

  • Pelaksanaan penelitian dilakukan selama 2 siklus
  • Mengembangkan perangkat pembelajaran (RPP, LKS, instrument penilaian, dan menyiapkan media/alat/bahan praktikum)
  • Melaksanakan pembelajaran sesuai RPP
  • Meminta rekan guru mengobservasi pembelajaran
  • Pengumpulan data yang akan dilakukan melalui tes, observasi pembelajaran, wawancara siswa mengenai kesulitan siswa ketika menyimpulkan hasil percobaan, produk siswa dan laporan hasil kerja siswa.

4.   Refleksi dan Tindak Lanjut

Hasil analisis data kualitatif dan kuantitatif beserta kesimpulannya di diskusikan guru dan rekan sejawat dalam pertemuan refleksi untuk mengkilas baik hal-hal yang sudah terjadi, kendala, dan faktor-faktor yang berpengaruh terhadap kegiatan belajar mengajar yang sudah dilaksanakan.

Guru mencatat masukan dan saran yang didiskusikan, kemudian membuat rencana perbaikan pembelajaran berikutnya berdasarkan masukan.

3.2.   Personalia Penelitian

Penelitian ini dilaksanakan di kelas VI SDN Curug  06 dengan personalia sebagai berikut :

Nama      : Zainal Aripin : sebagai observer

Nama      : Nining Zakiah  : sebagai observer

Nama      : Saepul : sebagai observer

 

 

BAB IV

HASIL DAN PEMBAHASAN

 

4.1.    Hasil Analisis Data

Analisis data dilakukan terhadap tiga kelompok data yaitu data hasil observer rekan sejawat, data refleksi guru, dan data hasil belajar siswa yang difokuskan pada dua hal utama, yaitu situasi kelas dan prestasi belajar siswa .

1.    Situasi Kelas

Selama pelaksanaan kegiatan belajar mengajar, dengan mengacu pada RPP dibandingkan dengan hasil observasi, dicatat beberapa kejadian penting, antara lain :

Pada siklus 1 saat melaksanakan demonstrasihanya sebagian anak saja yang memperhatikan kedepan, dan anak yang berada dibelakang  tidak memperhatikan. Karena tidak semua anak terlibat dalam demonstrasi tersebut.

Pada siklus 2 satat melaksanakan demonstrasi anak memperhatikan kedepan, dan ada lima orang anak yang berada dibelakang tidak memperhatikan.

Hasil observasi kelas menyatakan bahwa ada kelebihan dari tindakan perbaikan ini antara lain :

  • Siswa mulai termotivasi untuk belajar
  • Siswa secara aktif mengerjakan tugas yang diberikan oleh guru
  • Siswa mulai berani tampil di depan kelas
  • Siswa dapat menjawab soal tes yang diberikan walaupun belum maksimal

2.    Prestasi Belajar Siswa

Dalam penelitian ini diterapkan ketuntasan belajar secara individual, dengan KKM 60. Sementara itu, secara klasikal dinyatakan tuntas apabila siswa yang sudah tuntas mencapai 75% dari jumlah keseluruhan siswa.

Data prestasi belajar siswa diperoleh dari nilai yang siswa dapatkan pada siklus (postes) 1 dan siklus (postes) 2.

Perbandingan nilai siklus 1 dan siklus 2 dari 2 siklus perbaikan pembelajaran sebagai berikut :

NO

NAMA

Nilai

RP

Nilai

RPP 1

Nilai

RPP 2

Jumlah

Nilai

Nilai

Rata-rata

1

Asnah

70,00

82,00

91,00

243,00

86,50

2

Bahri Sobandi

46,00

58,00

67,00

171,00

62,50

3

Baedowi

65,00

77,00

86,00

228,00

81,50

4

E. Nailatul

80,00

92,00

100,00

272,00

96,00

5

Juliansyah

46,00

58,00

67,00

171,00

62,50

6

Nandika

70,00

82,00

91,00

243,00

86,50

7

Suhartini

46,00

58,00

67,00

171,00

62,50

8

Alpariji

65,00

77,00

86,00

228,00

81,50

9

Aji Mukarom

70,00

82,00

91,00

243,00

86,50

10

Ana

80,00

92,00

100,00

272,00

96,00

11

Apil

55,00

67,00

76,00

198,00

71,50

12

Apat

65,00

77,00

86,00

228,00

81,50

13

Ayu Hidayati

80,00

92,00

100,00

272,00

96,00

14

Ayi Hidayani

65,00

77,00

86,00

228,00

81,50

15

Engkos

46,00

58,00

67,00

171,00

62,50

16

Hasan

90,00

98,00

100,00

288,00

99,00

17

Hilda

55,00

67,00

76,00

198,00

71,50

18

Ibnu Nur Mashabi

90,00

97,00

100,00

287,00

98,50

19

Ikbal Candra

65,00

77,00

86,00

228,00

81,50

20

Irma

55,00

67,00

76,00

198,00

71,50

21

Ius

65,00

77,00

86,00

228,00

81,50

22

Juhana

80,00

92,00

101,00

273,00

96,50

23

Mad Eris

55,00

67,00

76,00

198,00

71,50

24

Muhlas

65,00

77,00

86,00

228,00

81,50

25

Mulyati

55,00

67,00

76,00

198,00

71,50

26

Natalia

80,00

92,00

101,00

273,00

96,50

27

Aprianti

90,00

96,00

98,00

284,00

97,00

28

Nesta

100,00

100,00

100,00

300,00

100,00

29

Nurahman

100,00

100,00

100,00

300,00

100,00

30

Nursaidah

55,00

67,00

76,00

198,00

71,50

31

Rapi Suhendra

46,00

58,00

67,00

171,00

62,50

32

Ratna Sari

70,00

82,00

91,00

243,00

86,50

33

Rini Puspita

70,00

82,00

91,00

243,00

86,50

34

Risdawati

60,00

72,00

81,00

213,00

76,50

35

Rodiah

70,00

82,00

91,00

243,00

86,50

36

Rohman

90,00

100,00

100,00

290,00

100,00

37

Sukmaiah

80,00

92,00

100,00

272,00

96,00

38

Sumiati

70,00

82,00

91,00

243,00

86,50

39

Sri Astuti

65,00

77,00

86,00

228,00

81,50

40

Tati

65,00

77,00

86,00

228,00

81,50

JUMLAH

2735

3174

3483

9392,

3328,50

RATA-RATA

68,38

79,35

87,08

234,80

83,21

Berdasarkan tabel tersebut, dapat disimpulkan :

a.  Secara individu :

  • Banyaknya siswa adalah 40 orang
  • Siswa tuntas belajar ada 40 orang
  • Persentase siswa yang telah tuntas adalah 40 x 100% = 100%

40

  • Siswa yang belum tuntas ada 0 orang, persentase siswa yang belum tuntas adalah   0 x 100% = 0%

40

b.   Secara Klasikal

  • Siswa belum tuntas belajar karena menurut standar ketuntasan secara klasikal harus mencapai 85 %. Sedangkan pencapaian hasil belajar sebelum perbaikan baru mencapai 72 %, sehingga untuk mencapai ketuntasan klasikal masih kurang 13%. Pada pencapaian hasil belajar setelah perbaikan (siklus 1) sudah mencapai 75% tetapi nilai rata-rata kelas masih kurang memuaskan yaitu 77,85
  • Rata-rata skor sebelum perbaikan yaitu 68,60
  • Rata-rata skor sesudah perbaikan (siklus 1) yaitu 77,85
  • Rata-rata skor sesudah perbaikan (siklus 2) yaitu 87,85
  • Gain skor (perolehan nilai) rata-rata adalah 45,13

 

Dari data tersebut diperoleh informasi bahwa terjadi peningkatan pencapaian hasil belajar oleh siswa, tetapi belum memuaskan walaupun sudah mencapai nilai KKM. Sehingga dilaksanakan perbaikan (siklus 2) kembali, dan hasilnya cukup memuaskan.

Data tambahan : dari 3 test soal latihan terlihat kesalahan siswa sebagai berikut :

Kesalahan sebelum perbaikan

Kesalahan sebelum perbaikan 1

Kesalahan sebelum perbaikan 2

No

Jumlah Kesalahan

Jml Siswa

No

Jumlah Kesalahan

Jml Siswa

No

Jumlah Kesalahan

Jml Siswa

1

benar semua

0

1

benar semua

2

1

benar semua

26

2

Salah 1

3

2

Salah 1

4

2

Salah 1

7

3

Salah 2

7

3

Salah 2

12

3

Salah 2

2

4

Salah 3

8

4

Salah 3

16

4

Salah 3

0

5

Salah 4

12

5

Salah 4

6

5

Salah 4

5

6

Salah 5

10

6

Salah 5

0

6

Salah 5

0

7

Salah 6

0

7

Salah 6

0

7

Salah 6

0

8

Salah 7

0

8

Salah 7

0

8

Salah 7

0

9

Salah 8

0

9

Salah 8

0

9

Salah 8

0

10

Salah 9

0

10

Salah 9

0

10

Salah 9

0

11

Salah 10

0

11

Salah 10

0

11

Salah 10

0

 

4.2.    Refleksi

Pembelajaran sudah tercapai karena diperoleh gai skor rata-rata 45,13 dari sebelum perbaikan pembelajaran dan sesudah perbaikan pembelajaran.

Namun, belum diperoleh ketuntasan pembelajaran, karena ada 5 siswa yang belum tuntas secara individual, yaitu 12,5%

Diperkirakan ketidaktuntasan disebabkan karena kurangnya siswa dalam memperhatikan metode demonstrasi ini.

BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN

 

 

4.1.   Kesimpulan

Metode belajar dengan cara demonstrasi ternyata dapat meningkatkan prestasi belajar siswa. Terjadi peningkatan peroleh nilai siswa setelah dilakukan perbaikan pembelajaran

 

4.2.   Saran

Dalam melakukan belajar mengajar di dalam kelas perlu dipersiapkan terlebih dahulu, metode apa yang akan kita gunakan dalam pemberian materi yang akan kita ajarkan kepada siswa, sehingga siswa dapat termotivasi untuk melaksanakan pembelajaran

Pengelolaan waktu pun perlu kita perhitungkan agar tidak banyak waktu yang terhubung dengan sia-sia.

 

 

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

 

Syaiful Bahri Djamarah dan Aswin Zain, Strategi Belajar Mengajar. Jakarta: Rineka Cipta, 2002, cet. Ke-2

Moh.  Slamet Untung, Menelusuri metode pendidikan ala Rasulullah, Pekalongan Rizki Putra, 2007

 

 

 

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Karya Tulis Ilmiah Meningkatkan Motivasi dan Prestasi Belajar Siswa Dengan Menggunakan Metode Bervariasi

KARYA TULIS ILMIAH

 

 

MENINGKATKAN MOTIVASI DAN PRESTASI BELAJAR SISWA DENGAN MENGGUNAKAN METODE BERVARIASI

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

DISUSUN OLEH :

NAMA : HAMDI MUBAROK

NIM : 1001037180

 

 

 

 

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PROF. DR. HAMKA

PJJ UHAMKA – BOGOR

2011

 

KATA PENGANTAR

 

Alhamdulillah, seuntai kalimat syukur penyusun panjatkan kehadirat Allah SWT., karena berkat rahmat dan karunia-Nya, penyusun dapat menyelesaikan Karya Tulis Ilmiah dengan judul Meningkatkan Motivasi dan Prestasi Belajar Siswa dengan Menggunakan Metode Bervariasi pada pembelajaran PKn dan MATEMATIKA di Kelas V SD Negeri Curug 06 Kecamatan Jasinga Kabupaten Bogor Tahun Pelajaran 2010/2011”.

Karya Tulis Ilmiah  ini disusun dalam rangka pemenuhan salah satu tugas Jurusan  PGSD PJJ Uhamka-Bogor.

Tersusunnya Karya Tulis Ilmiah  ini tidak terlepas dari adanya berbagai sumbangsih pemikiran dan bantuan dari berbagai pihak baik yang bersifat moril maupun materil, baik yang berbentuk data maupun informasi, sehingga proses pelaksanaan penelitian ini berjalan dengan lancar sesuai dengan yang diharapkan. Oleh karena itu, penulis mengucapkan terima kasih yang setulus-tulusnya.

Semoga segala bantuan yang telah diberikan kepada penulis dibalas dengan pahala yang berlipat-lipat oleh Allah SWT., serta menjadi kebaikan yang tidak pernah terputus baik dunianya maupun akhiratnya.

Sungguh penyusun  sdari sepenuhnya bahwa karya tulis ilmiah ini masih banyak kekurangannya baik dari substansi, metode maupun sistematikanya. Oleh karena itu saran dan kritik yang konstruktif sangat penulis harapkan. Penyusun berharap semoga laporan ini dapat bermanfaat bagi dunia pendidikan umumnya dan bagi terlebih lagi bagi penyusun penulis khususnya.

 

Bogor,      Juni 2011

Penulis

 

 

DAFTAR ISI

 

LEMBAR PERNYATAAN…………………………………………………………………..      i

LEMBAR PENGESAHAN……………………………………………………………………     ii

SURAT PERNYATAAN………………………………………………………………………    iii

KATA PENGANTAR…………………………………………………………………………..    iv

DAFTAR ISI ………………………………………………………………………………………..     v

BAB I    PENDAHULUAN……………………………………………………………………     1

1.1.   Latar Belakang Masalah …………………………………………………….     1

1.2.   Rumusan Masalah………………………………………………………………     4

1.3… Tujuan Perbaikan……………………………………………………………….     4

1.4… Manfaat Penelitian……………………………………………………………..     5

 

BAB II   KAJIAN PUSTAKA………………………………………………………………..     3

 

BAB III PELAKSANAAN PENELITIAN…………………………………………….     7

3.1.   Tempat dan Waktu Perbaikan………………………………………………     7

3.2.   Prosedur Pelaksanaan…………………………………………………………     7

 

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN………………………………………………….     9

4.1.   Hasil Pengolahan Data………………………………………………………..     9

4.2.   Deskrisi Temuan dan Refleksi……………………………………………..   19

4.3.   Pembahasan………………………………………………………………………   19

 

BAB V   KESIMPULAN DAN SARAN…………………………………………………   21

5.1.   Kesimpulan……………………………………………………………………….   21

5.2.   Saran………………………………………………………………………………..   21

 

DAFTAR PUSTAKA

 

BAB I

PENDAHULUAN

 

1.1.  Latar Belakang Masalah

Keberhasilan anak dalam pembelajaran merupakan harapan setiap guru dan orang tua. Untuk dapat mewujudkan harapan itu, orang tua dan guru perlu memahami anak sebagai manusia seutuhnya yang menjadi tanggung jawabnya.

Dalam dunia pendidikan dan pengajaran yang menjadi fokus perhatian adalah peserta didik dari mulai TK sampai Perguruan Tinggi.

Dalam pembelajaran di kelas, terjadi proses interaksi dan komunikasi antara pendidik (guru) dan peserta didik (siswa). Guru sebagai subyek (fasilitator) dan peserta didik (siswa) sebagai obyek dalam upaya mencapai tujuan pembelajaran. Dalam bukunya Hamalik (1995) menyebutkan pembelajaran sebagai suatu kombinasi yang tersusun meliputi unsur manusia, material, fasilitas, perlengkapan, dan prosedur saling mempengaruhi untuk mencapai tujuan pembelajaran.

Metoda pembelajaran adalah salah satu faktor penentu keberhasilan di samping media pembelajaran. Karena metoda adalah bagian yang internal dari proses pembelajaran di sekolah. Metoda adalah cara yang digunakan untuk menyampaikan materi pelajaran dalam upaya mencapai tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan. Artinya guru tidak hanya harus menguasai metodologi tetapi juga harus mampu memilih dengan tepat metoda yang akan digunakan dalam proses pembelajaran di kelas.

Efektif tidaknya penggunaan metoda tergantung dari kemampuan guru itu sendiri dalam mengelola pembelajaran.

Guru sebagai perancang pembelajaran dan pelaku perbaikan harus bisa menemukan jalan keluar (solusi) sehingga tujuan perbaikan pembelajaran di kelas dapat tercapai. Dalam melakukan perbaikan guru hendaknya berkolaborasi dengan teman sejawat (kepala sekolah, guru) agar dapat menemukan hasil setelah melakukan penelitian tindakan kelas.

Melalui laporan hasil penelitian tindakan kelas ini, diharapkan ada perubahan pada diri pendidik terutama dalam penggunaan metoda dan media pembelajaran agar dapat memotivasi siswa untuk lebih semangat dalam meningkatkan hasil belajar.

Permasalahan yang melatar belakangi tindakan kelas ini diantaranya penggunaan metoda yang kurang relevan, kurangnya motivasi siswa dalam mengikuti pelajaran dan kurangnya alat atau media yang menunjang pembelajaran.

Pemakaian metoda yang efektif akan meningkatkan motivasi belajar siswa maupun hasil pembelajaran di kelas. Pembelajaran yang berhasil pada umumnya ditunjukan dengan dikuasainya materi pembelajaran oleh siswa, dan tingkat pemahaman siswa terhadap materi pembelajaran yang biasanya dinyatakan dengan nilai.

Berdasarkan data nilai siswa pada proses pembelajaran Matematika tentang memahami pentingnya penghematan energi dan mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan tentang negara-negara ASEAN di Kelas V (Lima) SD Negeri Curug 06, penulis dapat menyimpulkan bahwa penguasaan materi kurang memuaskan, karena nilainya masih di bawah standar.

Data nilai yang diperoleh pada mata pelajaran Matematika yaitu :

–          Pada Rencana Pembelajaran (RP) terdapat 18 siswa dari 35 siswa atau sekitar 51,43% yang belum menguasai materi pembelajaran.

–          Pada Rencana Perbaikan Pembelajaran Siklus I  terjadi peningkatan yaitu hanya 6 siswa dari 35 siswa atau 17,14% . Hal ini membuktikan bahwa pembelajaran cukup berhasil namun secara klasikal belum memenuhi standar pencapaian yaitu 85%.

–          Pada Rencana Perbaikan Pembelajaran Siklus II semua siswa (100%) telah menguasai materi pembelajaran.

Data nilai yang diperoleh pada mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) yaitu :

–          Pada Rencana Pembelajaran (RP) terdapat 24 siswa dari 35 siswa atau sekitar 68,57% yang belum menguasai materi pembelajaran.

–          Pada Rencana Perbaikan Pembelajaran Siklus I sudah terjadi peningkatan namun belum signifikan. Hal ini terlihat ditunjukan oleh 18 siswa dari 35 siswa atau 51,43% yang belum menguasai materi pembelajaran.

–          Pada Rencana Perbaikan Pembelajaran Siklus II, peningkatan nilai siswa terlihat signifikan sekali, yaitu 34 siswa dari 35 siswa atau 97,14% sudah menguasai materi pembelajaran.

Secara umum dapat disimpulkan hasil perbaikan pembelajaran dari siklus ke siklus mengalami peningkatan dan tingkat penguasaan materi semakin lancar.

Identifikasi pada mata pelajaran Matematika diantaranya adalah :

  1. Metoda yang digunakan kurang sesuai.
  2. Siswa tidak termotivasi untuk bertanya tentang materi yang belum dikuasai.
  3. Penjelasan materi kurang dipahami siswa.
  4. Siswa tidak pro aktif dalam pembelajaran.

Sedangkan identifikasi pada mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) diantaranya sebagai berikut :

  1. Penggunaan metoda yang kurang bervariatif.
  2. Penjelasan guru yang kurang lengkap dan rinci.
  3. Penjelasan guru terlalu cepat sehingga membingungkan siswa.
  4. Siswa kurang termotivasi untuk menjawab pertanyaan guru.

Setelah teridentifikasi masalah tersebut, penulis berkolaborasi dan berdiskusi dengan teman sejawat dan supervisor sehingga dapat ditemukan penyebab kegagalan pembelajaran bukan hanya datang dari siswa tetapi juga datang dari guru.

Dari uraian diatas dapat dianalisis masalah yang timbul disebabkan antara lain :

  1. Metoda yang digunakan oleh guru monoton kurang bervariatif.
  2. Dalam memberikan penjelasan materi, guru tidak optimal menggunakan alat peraga.
  3. Rendahnya minat dan motivasi belajar siswa terhadap pembelajaran.

 

1.2.  Rumusan Masalah

Berdasarkan dari latar belakang pada hal-hal yang telah diidentifikasi pada penelitian tindakan kelas, maka dapat dirumuskan hal-hal sebagai berikut :

  1. Bagaimana memilih metoda yang baik agar proses pembelajaran berjalan aktif, kreatif, efektif dan menyenangkan?
  2. Bagaimana cara menggunakan alat peraga agar lebih meningkatkan perhatian siswa dalam proses pembelajaran?
  3. Bagaimana cara memotivasi siswa agar timbul keberanian untuk melakukan tanya jawab?

Hasil rumusan masalah ini bertujuan agar dapat meningkatkan prestasi siswa pada mata pelajaran Matematika dan mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan (PKn).

 

1.3.  Tujuan Perbaikan

Rumusan masalah yang telah ditetapkan merupakan acuan untuk mencapai tujuan perbaikan.

Tujuan perbaikan yaitu upaya untuk menyelesaikan permasalahn yang telah ditemukan dalam proses pembelajaran dan perbaikan. Pelaksanaan perbaikan juga bertujuan untuk membantu kinerja guru sebagai tenaga professional dalam melakukan proses pembelajaran.

Melalui penelitian dan tindakan kelas serta perbaikan dari siklus ke siklus, diharapkan kinerja guru dapat meningkatkan pemahaman dalam proses pembelajaran pada mata pelajaran Matematika dan Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) yaitu :

  1. Menemukan metoda pembelajaran yang variatif sehingga pembelajaran tidak monoton terutama untuk mata pelajaran PKn.
  2. Menggunakan alat peraga semaksimal mungkin, sehingga guru dapat mendata permasalahannya.
  3. Mencari cara untuk memotivasi siswa agar berani untuk melakukan tanya jawab.
  4. Merancang alat peraga yang cocok untuk materi ajar.

1.4.  Manfaat Perbaikan

Dari hasil kegiatan pembelajaran kemudian dilanjutkan dengan perbaikan pembelajaran­-pembelajaran dari siklus ke siklus dapat menghasilkan manfaat bagi guru, siswa dan pendidik pada umumnya.

  1. Manfaat bagi guru
    1. Menemukan masalah yang ditimbulkan sendiri dalam proses pembelajaran sehingga penelitian ini akan membantu guru untuk memperbaiki pembelajaran.
    2. Meningkatkan sikap professional guru dalam proses pembelajaran.
    3. Guru akan lebih percaya diri dan berperan aktif mengembangkan pengetahuannya dan lebih terampil menemukan gagasan yang menunjang pembelajaran.
  2. Manfaat bagi siswa
    1. Meningkatkan prestasi belajar siswa
    2. Siswa bersikap lebih kritis dalam menerima pelajaran
  3. Manfaat bagi sekolah dan pendidikan
    1. Meningkatkan kualitas pendidikan di sekolah yang bersangkutan
    2. Pembelajaran di sekolah lebih bersifat kreatif dan inovatif, sehingga pengembangan dan pemantapan pembelajaran akan lebih terarah, fokus, efektif dan efisien.

 

BAB II

KAJIAN PUSTAKA

 

Sebagai bahan penyusunan penulisan laporan ini, kami kemukakan beberapa kajian pustaka yang mendukung dalam proses pelaksanaan penelitian kelas.

  1. Menurut Gagne, Briggs dan Wanner (1992), pembelajaran adalah serangkaian kegiatan yang dirancang untuk memungkinkan terjadinya proses belajar pada siswa.
  2. Oemar Hamalik (1995:57), menyebutkan pembelajaran sebagai suatu kombinasi yang tersusun meliputi unsure manusia, material, fasilitas, perlengkapan, dan prosedur yang saling mempengaruhi untuk mencapai tujuan pembelajaran.
  3. Menurut Mills (2000), mendefinisikan penelitian tindakan kelas sebagai systemic inquiry yang dilakukan oleh guru, kepala sekolah, atau konselor sekolah untuk mengumpulkan informasi tentang berbagai praktik yang dilakukannya.
  4. Gagne dan Beiliner (1984), mengungkapkan tanpa adanya perbuatan tidak mungkin adanya belajar, jadi minat belajar harus ditimbulkan dari diri siswa.
  5. Menurut Richard Winter (1996) tentang kolaboratoris, yaitu dalam penelitian tindakan kelas diperlukan hadirnya pihak lain seperti atasan dan teman sejawat.
  6. Hopkins (1993), menerangkan bahwasanya guru dapat mulai dengan suatu gagasan untuk melakukan perbaikan, kemudian mencoba memfokuskan gagasan tersebut.
  7. Empat langkah perbaikan dari Mills (2000) yaitu (1) mengidentifikasi satu bidang/masalah yang menjadi perhatian kita, (2) mengumpulkan data, (3) menganaliss dan menginterpretasi data, serta (4) mengembangkan rencana tindakan.
  8. Mills (2000), mendefinisikan analisis data adalah upaya yang dilakukan oleh guru yang berperan sebagai peneliti untuk merangkum secara akurat data yang telah dikumpulkan dalam bentuk yang dapat dipercaya dan benar.

 

BAB III

PELAKSANAAN PERBAIKAN PEMBELAJARAN

            Tempat dan Waktu Pelaksanaan

Perbaikan pembelajaran dilaksanakan di kelas VI SD Negeri Curug 06 mulai tanggal 3 Maret 2011 sampai 10 Maret 2011 jadwal pelaksanaan pembelajaran untuk setiap siklus sebagai berikut :

JADWAL PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

No.

Hari/Tanggal

Mata Pelajaran

Siklus

1.

Kamis,

10 Maret 2011

MATEMATIKA

1

2.

Kamis,

17 Maret 2011

MATEMATIKA

2

3.

Kamis,

3 Maret 2011

PKn

1

4.

Kamis,

3 Maret 2011

PKn

2

 

            Prosedur Pelaksanaan

Langkah-langkah yang ditempuh dalam perbaikan pembelajaran Matematika adalah sebagai berikut :

  1. Merevisi model pelaksanaan pembelajaran
  2. Memberi tugas pra KBM untuk memahami pentingnya penghematan energi
  3. Mengajukan pertanyaan tentang materi sebelumnya sebagai apersepsi pada kegiatan awal
  4. Menyampaikan tujuan pembelajaran
  5. Menjelaskan materi pelajaran
  6. Mengarahkan siswa untuk mengerjakan tugas dengan teman sebangku
  7. Menyelesaikan tugas-tugas latihan
  8. Menyimpulkan materi yang telah diajarkan
  9. Memberikan tugas pekerjaan rumah

Berdasarkan dari masalah-masalah yang dihadapi yaitu banyaknya siswa yang tidak dapat menjawab pertanyaan yang diajukan.

Beberapa kegiatan khusus yang dapat menjadi perhatian dalam pembelajaran Matematika adalah memberikan banyak contoh dan latihan serta menggunakan media pembelajaran atau alat peraga yang memadai.

Langkah-langkah yang ditempuh dalam perbaikan pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) adalah sebagai berikut :

  1. Mengabsen kehadiran siswa sebagai pra KBM
  2. Mengadakan apersepsi tentang materi yang pernah diajarkan pada pembelajaran sebelumnya.
  3. Memajangkan alat peraga peta ASEAN di depan kelas untuk memotivasi perhatian siswa
  4. Menyampaikan tujuan pembelajaran
  5. Menjelaskan materi pelajaran tentang negara-negara ASEAN
  6. Mengadakan tanya jawab tentang materi pelajaran secara klasikal
  7. Menyimpulkan materi pelajaran
  8. Memberikan tugas untuk didiskusikan

 

 

             

             

 

 

 

BAB IV

HASIL YANG DIPEROLEH

 

            Pengolahan Data

Dari pelaksanaan perbaikan pembelajaran ada beberapa data yang dapat disajikan berkaitan dengan masalah yang merupakan fokus perbaikan. Data tersebut adalah :

4.1.1. Data nilai hasil tes akhir pada mata pelajaran Matematika dari Rencana Perbaikan Pembelajaran pada Siklus 1 dan Siklus 2.

 

DATA HASIL BELAJARA SISWA

MATA PELAJARAN MATEMATIKA SELAMA 2 SIKLUS PTK

 

No.

Nama siswa

Siklus

Jumlah

Rata-Rata

RP

RPP 1

RPP 2

1

Ade Rusmana

50

65

70

195

65,00

2

Amelia Rinjani

50

60

80

220

73,33

3

Awaliah

60

75

90

250

83,33

4

Asep Awaludin

60

60

90

240

80,00

5

Amelia Sasmita

60

70

100

245

81,67

6

Aan Darwati

50

60

60

140

46,67

7

Andri

60

60

80

210

70,00

8

Desi Maelani

70

70

85

235

78,33

9

Herwi

60

75

70

160

53,33

10

Junaedi

50

65

70

160

53,33

11

Juli

60

65

70

190

63,33

12

Juminah

70

60

70

195

65,00

13

Karidah

60

65

80

190

63,33

14

Martini

50

60

80

190

63,33

15

Marsiti

50

55

80

210

70,00

16

Nuraliah

80

90

100

245

81,67

17

Nanang M. R.

55

60

80

190

63,33

18

Nurhani

55

60

90

190

63,33

19

Nurjanah

65

80

100

270

90,00

20

Omah

40

50

90

180

60,00

21

Robihu Anwar

70

70

100

210

70,00

22

Ramah

70

75

100

220

73,33

23

Rodiah

50

60

80

210

70,00

24

Sumiati

40

55

80

190

63,33

25

Siti Marwati

70

60

70

210

70,00

26

Suharja

60

60

80

230

76,67

27

Syarifuddin

70

75

80

200

66,67

28

Sidik

50

60

90

215

71,67

29

Surya

50

55

80

205

68,33

30

Siti Nurlela

50

50

90

200

66,67

31

Samhudin

70

60

90

255

85,00

32

Saduri

58

60

75

205

68,33

33

Sunarya

55

60

80

205

68,33

34

Uminah

50

55

70

190

63,33

35

Yani Nariah

55

60

70

190

63,33

JUMLAH

2.023

2.220

2.870

7.240

2.413

RATA-RATA

57,80

63,43

82,00

206,86

68,95

 

 

DATA PENGUASAAN PENGUASAAN MATERI PEMBELAJARAN

PADA PELAJARAN MATEMATIKA SELAMA SIKLUS PTK

 

No.

Nama siswa

Siklus

Rata-Rata

RP

RPP 1

RPP 2

1

Ade Rusmana

50%

65%

70%

65,00%

2

Amelia Rinjani

50%

60%

80%

73,33%

3

Awaliah

60%

75%

90%

83,33%

4

Asep Awaludin

60%

60%

90%

80,00%

5

Amelia Sasmita

60%

70%

100%

81,67%

6

Aan Darwati

50%

60%

60%

46,67%

7

Andri

60%

60%

80%

70,00%

8

Desi Maelani

70%

70%

85%

78,33%

9

Herwi

60%

75%

70%

53,33%

10

Junaedi

50%

65%

70%

53,33%

11

Juli

60%

65%

70%

63,33%

12

Juminah

70%

60%

70%

65,00%

13

Karidah

60%

65%

80%

63,33%

14

Martini

50%

60%

80%

63,33%

15

Marsiti

50%

55%

80%

70,00%

16

Nuraliah

80%

90%

100%

81,67%

17

Nanang M. R.

55%

60%

80%

63,33%

18

Nurhani

55%

60%

90%

63,33%

19

Nurjanah

65%

80%

100%

90,00%

20

Omah

40%

50%

90%

60,00%

21

Robihu Anwar

70%

70%

100%

70,00%

22

Ramah

70%

75%

100%

73,33%

23

Rodiah

50%

60%

80%

70,00%

24

Sumiati

40%

55%

80%

63,33%

25

Siti Marwati

70%

60%

70%

70,00%

26

Suharja

60%

60%

80%

76,67%

27

Syarifuddin

70%

75%

80%

66,67%

28

Sidik

50%

60%

90%

71,67%

29

Surya

50%

55%

80%

68,33%

30

Siti Nurlela

50%

50%

90%

66,67%

31

Samhudin

70%

60%

90%

85,00%

32

Saduri

58%

60%

75%

68,33%

33

Sunarya

55%

60%

80%

68,33%

34

Uminah

50%

55%

70%

63,33%

35

Yani Nariah

55%

60%

70%

63,33%

RATA-RATA

58,86%

63,43%

82,00%

68,95%

 

 

Keterangan :

Penguasaan materi  68,95% pada pembelajaran Matematika.

  1. Pada Rencana Pembelajaran :  58,86%
  2. Pada Perbaikan Pembelajaran Siklus 1 :  63,43%
  3. Pada Perbaikan Pembelajaran Siklus 2 :  82,00%

 

GRAFIK BELAJAR SISWA

PADA MATA PELAJARAN MATEMATIKA SELAMA SIKLUS PTK

DATA HASIL BELAJARA SISWA

MATA PELAJARAN PKn SELAMA 2 SIKLUS PTK

 

No.

Nama siswa

Siklus

Jumlah

Rata-Rata

RP

RPP 1

RPP 2

1

Ade Rusmana

60

65

90

220

71,67

2

Amelia Rinjani

70

70

80

210

73,33

3

Awaliah

80

80

90

250

83,33

4

Asep Awaludin

70

80

100

260

83,33

5

Amelia Sasmita

70

75

100

250

81,67

6

Aan Darwati

30

50

80

170

53,33

7

Andri

60

70

80

210

70,00

8

Desi Maelani

70

80

90

240

80,00

9

Herwi

30

60

80

170

56,67

10

Junaedi

40

50

75

175

55,00

11

Juli

60

60

100

230

73,33

12

Juminah

60

65

90

220

71,67

13

Karidah

50

60

90

210

66,67

14

Martini

50

60

80

190

63,33

15

Marsiti

60

70

80

210

70,00

16

Nuraliah

70

75

100

270

81,67

17

Nanang M. R.

50

60

80

200

63,33

18

Nurhani

40

60

90

200

63,33

19

Nurjanah

80

90

100

270

90,00

20

Omah

40

50

90

190

60,00

21

Robihu Anwar

50

60

100

225

70,00

22

Ramah

60

60

100

240

73,33

23

Rodiah

60

70

80

210

70,00

24

Sumiati

50

60

80

190

63,33

25

Siti Marwati

80

60

100

280

80,00

26

Suharja

80

70

100

280

83,33

27

Syarifuddin

60

60

100

240

73,33

28

Sidik

60

65

90

220

71,67

29

Surya

60

65

100

240

75,00

30

Siti Nurlela

50

60

90

200

66,67

31

Samhudin

80

85

100

280

88,33

32

Saduri

70

60

75

195

68,33

33

Sunarya

60

65

80

210

68,33

34

Uminah

60

60

90

210

70,00

35

Yani Nariah

60

60

80

200

66,67

JUMLAH

2.080

2.290

3.130

7.765

2.500

RATA-RATA

59,43

65,43

89,43

221,86

71,43

 


DATA PENGUASAAN PENGUASAAN MATERI PEMBELAJARAN

PADA PELAJARAN PKn SELAMA SIKLUS PTK

 

No.

Nama siswa

Siklus

Rata-Rata

RP

RPP 1

RPP 2

1

Ade Rusmana

60%

65%

90%

71,67%

2

Amelia Rinjani

70%

70%

80%

73,33%

3

Awaliah

80%

80%

90%

83,33%

4

Asep Awaludin

70%

80%

100%

83,33%

5

Amelia Sasmita

70%

75%

100%

81,67%

6

Aan Darwati

30%

50%

80%

53,33%

7

Andri

60%

70%

80%

70,00%

8

Desi Maelani

70%

80%

90%

80,00%

9

Herwi

30%

60%

80%

56,67%

10

Junaedi

40%

50%

75%

55,00%

11

Juli

60%

60%

100%

73,33%

12

Juminah

60%

65%

90%

71,67%

13

Karidah

50%

60%

90%

66,67%

14

Martini

50%

60%

80%

63,33%

15

Marsiti

60%

70%

80%

70,00%

16

Nuraliah

70%

75%

100%

81,67%

17

Nanang M. R.

50%

60%

80%

63,33%

18

Nurhani

40%

60%

90%

63,33%

19

Nurjanah

80%

90%

100%

90,00%

20

Omah

40%

50%

90%

60,00%

21

Robihu Anwar

50%

60%

100%

70,00%

22

Ramah

60%

60%

100%

73,33%

23

Rodiah

60%

70%

80%

70,00%

24

Sumiati

50%

60%

80%

63,33%

25

Siti Marwati

80%

60%

100%

80,00%

26

Suharja

80%

70%

100%

83,33%

27

Syarifuddin

60%

60%

100%

73,33%

28

Sidik

60%

65%

90%

71,67%

29

Surya

60%

65%

100%

75,00%

30

Siti Nurlela

50%

60%

90%

66,67%

31

Samhudin

80%

85%

100%

88,33%

32

Saduri

70%

60%

75%

68,33%

33

Sunarya

60%

65%

80%

68,33%

34

Uminah

60%

60%

90%

70,00%

35

Yani Nariah

60%

60%

80%

66,67%

RATA-RATA

59,43%

65,43%

89,43%

71,43%

 

Keterangan :

Penguasaan materi  71,43% pada pembelajaran PKn.

  1. Pada Rencana Pembelajaran :  59,43%
  2. Pada Perbaikan Pembelajaran Siklus 1 :  65,43%
  3. Pada Perbaikan Pembelajaran Siklus 2 :  89,43%

 

 

GRAFIK BELAJAR SISWA

PADA MATA PELAJARAN PKn SELAMA SIKLUS PTK

 

 

 

4.2.    Deskripsi Temuan dan Refleksi

Hasil temuan dan refleksi dari permasalahan yang menjadi fokus perbaikan pembelajaran menunjukan hasil yang membawa pengaruh positif pada penguasaan materi, sehingga siswa aktif belajar, kualitasnya meningkat, banyak merespon pertanyaan guru dan motivasi untuk bertanya pun meningkat.

Data hasil pembelajaran Matematika sebelum perbaikan pembelajaran menunjukkan bahwa terdapat 18 siswa dari 35 siswa atau sekitar 51,43% yang belum menguasai materi pembelajaran. Hal ini terbukti dari nilai yang tidak memenuhi KKM Mata Pelajaran Matematika yaitu 60. Pada rencana perbaikan pembelajaran PKn Siklus I ada 6 siswa dari 35 siswa atau 17,146% yang belum menguasai materi pembelajaran dan pada perbaikan pembelajaran Siklus II terjadi peningkatan yang begitu signifikan. Hal ini mengindikasikan bahwa penguasaan materi pembelajaran mengalami peningkatan sedangkan tingkat kesulitan penguasaan materi semakin menurun.

Pada rencana pembelajaran mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) terdapat 24 siswa dari 35 siswa atau sekitar 68,57% yang belum menguasai materi pembelajaran. Hal ini terbukti dari nilai yang tidak memenuhi KKM Mata Pelajaran PKn yaitu 65. Pada rencana perbaikan pembelajaran PKn Siklus I ada 18 siswa dari 35 siswa atau 51,43% yang belum menguasai materi pembelajaran dan pada perbaikan pembelajaran Siklus II terjadi peningkatan. Sehingga dapat dikatakan bahwa penguasaan materi pembelajaran mengalami peningkatan sedangkan tingkat kesulitan penguasaan materi semakin menurun.

 

4.2.    Pembahasan

Metoda adalah cara yang digunakan untuk menyampaikan materi dalam upaya menyampaikan materi pembelajaran.

Berdasarkan hasil observasi dan diskusi dengan teman sejawat dan hasil latihan siswa, ditemukan bahwa dengan metoda pemberian tugas dan latihan pada siklus kedua pembelajaran Matematika sudah melebihi target yang ditetapkan. Dalam hal ini diukur dengan KKM untuk Mata Pelajaran Matematika yaitu 60. Meskipun pada Siklus Pertama kenaikannya belum terlalu signifikan. Dari hal ini, guru selalu bekerja sama dan menerima masukan dari pengamat dan siswa, sehingga selalu memperhatikan kelas dan semakin rinci dan menjelaskan materi, memvariasikan metode yang digunakan dan menggunakan media pembelajaran yang sesuai dan mencoba kepada anak yang pasif, tetapi anak tersebut dapat menjawab dengan benar. Hal ini sesuai dengan prinsip-prinsip keterampilan dasar mengajar, khususnya keterampilan bertanya (Wardani, 2003) sebagaimana yang terungkap dari data yang dikumpulkan oleh pengamat selaku observer. Perhatian guru tidak hanya terpusat kepada anak-anak yang duduk di depan kelas, tetapi ke seluruh kelas.

Teori makna (meaning theory) dari Ausubel, mengemukakan pentingnya kebermaknaan pembelajaran akan membuat pembelajaran lebih bermanfaat dan akan lebih mudah dipahami serta diingat oleh siswa.

Kebermaknaan adalah pernyataan konsep-konsep dalam bentuk bagan, diagram ataupun peta, yang mana tampak keterikatan antara konsep-konsep yang diberikan.

Dengan menggunakan metoda yang bervariasi anak tidak monoton dan tidak jenuh memperhatikan materi pembelajaran bahkan anak lebih termotivasi pada materi seperti halnya pada pembelajaran PKn setelah guur memperlihatkan alat peraga berupa peta dan memajangkannya di depan kelas, suasana menjadi ceria. Karena perhatian anak terfokus pada gambar dan alat peraga yang ada di depan kelas.

Berdasarkan teori di atas dan hasil observasi penulis merencanakan dan melaksanakan perbaikan pembelajaran dengan cara pemberian metoda yang relevan kepada siswa.

 

 

BAB  V

KESIMPULAN DAN SARAN

 

5.1.      Kesimpulan

Dari uraian yang telah penulis paparkan di atas, penulis menarik kesimpulan sebagai berikut :

  1. Penggunaan metoda pembelajaran yang tepat akan lebih cepat meningkatkan pemahaman siswa terhadap materi pembelajaran sehingga akan meningkatkan prestasi dan motivasi belajar siswa secara keseluruhan.
  2. Perlu ditetapkannya pembelajaran yang aktif, kreatif dan menyenangkan pada setiap penyampaian materi pelajaran, karena hal ini akan membuat anak tertarik dan lebih termotivasi untuk meningkatkan kemampuan prestasi belajarnya.
  3. Penggunaan media atau alat peraga akan menjadikan kelas lebih ceria dan setiap anak akan merasa senang belajar, sehingga tidak akan ada yang mengantuk atau bermain-main dengan teman-temannya.

 

5.2.      Saran

Berdasarkan kesimpulan di atas, ada beberapa hal yang perlu dilakukan oleh guru diantaranya :

  1. Penggunaan metoda yang bervariasi perlu ditetapkan oleh semua guru agar pencapaian target pembelajaran lebih cepat tercapai.
  2. Penciptaan kondisi pembelajaran yang aktif, kretif dan menyenangkan agar siswa lebih termotivasi dan tertarik untuk belajar
  3. penggunaan media pembelajaran atau alat peraga agar siswa lebih ceria dan merasa senang dalam belajar.

 

DAFTAR PUSTAKA

 

  1. Andayani, dkk. (2008), Pemantapan Kemampuan Profesional, Jakarta : Universitas Terbuka.
  2. Gagne, Briggs dan Wager (1992), Teori Belajar dan Pembelajaran. Hal. 1.19, Jakarta : Universitas Terbuka.
  3. Hamalik, Oemar (1995:57), Pengantar Pendidikan, Hal. 3.30, Jakarta : Universitas Terbuka.
  4. Hopkins (1993), Penelitian Tindakan Kelas, Hal. 2.5. Jakarta : Universitas Terbuka.
  5. Mills (2000), Penelitian Tindakan Kelas, Hal. 2.5. Jakarta : Universitas Terbuka.
  6. Sociati (2003), Penelitian Tindakan Kelas, Jakarta : Universitas Terbuka.
  7. Wardhani, IGAK (2007), Penelitian Tindakan Kelas, Jakarta : Universitas Terbuka.

 

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Kegiatan Mengajar

Kelas                         : V (Lima)

Tempat/Lokasi    : SDN Curug 06

Hari/Tanggal       : Senin-Sabtu/07-12 Februari 2011

 

HARI/TANGGAL WAKTU KEGIATAN
Senin,

07-02-2011

07.15 Melaksanakan upacara bendera, upacara bendera dilaksanakan oleh seluruh peserta didik dan para guru di halaman sekolah, sebagai Pembina adalah Kepala Sekolah. Dalam pidatonya Kepala Sekolah membahas tentang pentingnya menjaga kebersihan dan ketertiban di lingkungan sekolah.
08.15 MP : Matematika

Memasuki ruangan kelas, menyapa peserta didik dengan ucapan “selamat pagi anak-anak?”. Melakukan doa bersama sebelum melaksanakan pembelajaran. Mempersiapkan materi ajar model dan alat peraga

09.45 Iestirahat
10.30 MP : PKn

Standar Kompetensi : Memahami organisasi

Kompetensi Standar : Menyebutkan contoh organisasi di sekolah dan masyarakat.

Mengacu pada sumber belajar, dapat disimpulkan bentuk organisasi disekolah dan bentuk organisasi di masyarakat.

  11.15 MP : Bahasa Indonesia

Standar Kompetensi : Mengidentifikasi unsur cerita dengan menggunakan sumber buku belajar  buku bahasa Indonesia dan setelah mendengar contoh salah satu cerita, peserta didik mampu menuliskan unsur cerita antara lain : tokoh yang ada dalam cerita, tema, latar dan amanat yang terkandung dalam cerita.

Selasa,

08-02-2011

07.05 Masuk ruangan kelas, menyapa peserta didik, berdoa, mengisi daftar kelas.
  MP : PAI

Pada pembelajaran PAI ini kami menggunakan sumber belajar yaitu Buku Pendidikan Agama Islam dengan :

Kompetensi Belajar : Membaca dan Mengartikan Surat

Surat yang kami pelajari yaitu Surat Al-Ma’un

09.45 Istirahat
10.30 MP : IPA

Standar Kompetensi : Memahami  hubungan antar gaya, gerak dan energy serta fungsinya.

Kompetensi Dasar : Mendeskripsikan hubungan antara gaya gerak dan energy melalui percobaan

Sumber Belajar : Buku IPA, alat peraga, batu bata, tali plastik dan Meja Belajar.

11.15 MP : SBK

Di kesempatan pembelajaran SBK saat ini kami mempelajari tentang “Topeng”. Pembuatan topeng dari bahan karton. Peserta didik sangat antusias mengikuti pelajaran ini.

Rabu,

09-02-2011

07.05 Memasuki ruangan kelas, menyapa peserta didik, berdoa bersama, mengisi daftar kelas.
  MP : Matematika

Dalam pembelajaran Matematika saat ini, akan dipelajari mengenai Pecahan.

Standar Kompetensi : Menggunakan Pecahan Dalam Memecahkan Masalah

Kompetensi Dasar : Membagi dan Mengalikan Berbagai Bentuk Pecahan

09.15 Istirahat
10.30 MP : Bahasa Indonesia

Kompetensi Dasar : Menanggapi Cerita Tentang Peristiwa Yang Terjadi Disekitar , yang  disampaikan secara lisan.

Indikator : Siswa mengajukan pertanyaan isi cerita pendek.

11.15 MP : SBK

Standar Kompetensi : Menggambar ilustrasi

Kompetensi Dasar : Menggambar ilustrasi manusia dan kehidupannya.

Kamis,

10-02-2011

07.05 Masuk ruangan kelas, menyapa peserta didik, berdoa, mengisi daftar kelas.
07.30 MP : IPA

Standar Kompetensi : Memahami Hubungan Antar Gaya Gerak dan Energi Serta Fungsinya.

Kompetensi Dasar : Mendeskripsikan Hubungan Antar Gaya, Gerak, dan Energi Melalui Percobaan.

09.00 MP : Bahasa Sunda

Menerjemahkan  cerita rakyat berbahasa Indonesia ke dalam Bahasa Sunda

09.45 Istirahat
10.30 MP : Bahasa Sunda

Menerjemahkan cerita rakyat berbahasa Indonesia ke dalam Bahasa Sunda

11.15 MP : Bahasa Inggris

Disampaikan oleh Guru Mata Pelajaran B. Inggis

Jum’at,

11-02-2011

07.05 Masuk ruangan kelas, menyapa peserta didik, berdoa, mengisi daftar kelas.
07.30 MP : Penjaskes

Dalam pembelajaran ini peserta didik dibimbing oleh Guru Penjaskes.

Peserta didik berkumpul di halaman sekolah untuk mempelajari Tehnik Bermain Volley Ball

09.45 Istirahat
09.15 MP : SBK

Di kesempatan pembelajaran SBK ini, guru menulis beberapa contoh lagu daerah disertai daerah asalnya. Selanjutnya peserta didik diminta mementaskan salah satu lagu daerah tersebut di depan kelas.

Sabtu,

12-02-2011

07.05 Masuk ruangan kelas, menyapa peserta didik, berdoa, mengisi daftar kelas.
07.30 MP : IPS

Pada kesempatan pembelajaran IPS ini kami akan mempelajari perjuangan bangsa Indonesia melawan penjajah.

Standar Kompetensi : Menghargai Peranan Tokoh Perjuangan dan Masyarakat Dalam Mempersiapkan dan Mempertahankan Kemerdekaan Indonesia

Kompetensi Dasar : Mendeskripsikan Perjuangan Para Tokoh Pejuang Pada Masa Penjajahan Belanda dan Jepang

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Hello world!

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!

Posted in Uncategorized | 1 Comment